Binar Surya yang Tak Kasat Mata

Ada pelangi di ujung akar tua

Seusai rombongan badai

Ada damai namun berdaun tajam

Ada kepingan senyum dalam pita panjang

Walau kita menjadi gulam di pertanian

Atau hanya merana renta dalam kulit bersisik

Cepat atau lambat cinta pun terusik

Dengan cap kental sebagai parasit

Kegelisahan berdenyut dalam darah hingga mendaging

Keresahan berdenyut dalam darah hingga mendaging

Ah bualan ulama kau resapi sampai hati

Tak terkecuali kita yang tak ketara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s